
Malam ini tema yg pertontonkan adalah masalah sosial yg berkaitan dengan "Me-tajen", bagaimana masalah yg ditimbulkan dari kegiatan/kesenangan ini. Namun dalam hal ini bukan ayam yg di sabungkan/di adu melainkan di perankan oleh penari yg mencerminkan kondisi tersebut. Menjelang akhir acara kita juga menyaksikan beberapa penari menyemburkan api dari mulutnya dan di padu dengan permainan bola..eeitt bukan bola biasa lhoo tapi bola dari kulit kelapa tua yang telah direndam minyak tanah dan dibakar api. Bola api tersebut kemudian ditendang, di lempar dan diangkat oleh penari secara bergantian memberikan atraksi unik yg memukau penonton karena keberanian mereka. Setelah itu dilanjutkan dengan atraksi wayang orang dengan berbagai gerak tubuh yg lucu di balik bentangan kain sehingga mampu membuat penonton malam ini yg kebanyakan expatriates tertawa terbahak-bahak. Manakala penari mengajak penonton untuk ikut bermain lumpur, ada anak kecil bule yg ikut memeriahkan suasana dengan tingkah lugunya bergulat di lumpur dgn lawannya..hahha..

Pada saat pertunjukan berakhir semua seniman yg terlibat dalam pementasan turun ke arena berlumpur untuk berdansa bersama diiringi dengan lagu "My Lecon" sebagai penutup acara, sangat menyenangkan semua bersuka cita di akhir pementasan.
Harapanku semoga kesenian ini berkembang sehingga Bali mempunyai satu lagi kesenian yg memperkaya budaya Bali.
