Rabu, Maret 11, 2009

Mepantigan,,,,,wah serruu !!

Akhirnya kesampaian juga niat ku buat nonton 'mepantigan' sedari dulu hubby-ku cuman kasi ceritanya doang....hubby-ku kebetulan kerja di PT.Bambu yg merupakan satu kawasan dengan green school campus dimana pementasan mepantigan sering digelar. Lokasi pementasan di kelilingi oleh bangunan-bangunan sekolah yg strukturnya terbuat dari bambu yg terlihat sangat menakjubkan. Pementasan mepantigan diadakan setiap bulan purnama, dan kebetulan pula pada Purnama kemarin aku sempet menyaksikannya langsung walaupun kedatangan ku tidak sedari awal pertunjukan di mulai, jadi jalan cerita/ tema yg di usung malam ini aku kurang mengikutinya...aarhhh. Ketimbang mikirin kecewanya ehh medingan menikmati sisa pertunjukannya hihii..
Mepantigan merupakan seni bela diri tradisional yg dipadu apik dengan suatu cerita drama dan tari Bali yg pementasannya pun dilakukan di atas lumpur. Sesuai dengan namanya mepantigan (membanting) maka sepanjang pertunjukan kita akan disuguhkan hiburan di mana para seniman banyak melakukan aksi mepantigan di lumpur sehingga diperlukan pertahanan diri dari serangan lawan yg membahayakan. Agar gerak dan olah tubuh penari tidak terbatas maka kostum para lelaki hanya menggunakan kain yg di ikat ke belakang sehingga menyerupai celana pendek (pakaian tradisional Bali Zaman dulu) dan udeng. Sedangkan untuk wanitanya kain yg dikenakan hanya sebatas lutut saja, dan para pemusiknya menggunakan cat beraneka warna di seluruh tubuhnya sebagai ekspresi seni.


Malam ini tema yg pertontonkan adalah masalah sosial yg berkaitan dengan "Me-tajen", bagaimana masalah yg ditimbulkan dari kegiatan/kesenangan ini. Namun dalam hal ini bukan ayam yg di sabungkan/di adu melainkan di perankan oleh penari yg mencerminkan kondisi tersebut. Menjelang akhir acara kita juga menyaksikan beberapa penari menyemburkan api dari mulutnya dan di padu dengan permainan bola..eeitt bukan bola biasa lhoo tapi bola dari kulit kelapa tua yang telah direndam minyak tanah dan dibakar api. Bola api tersebut kemudian ditendang, di lempar dan diangkat oleh penari secara bergantian memberikan atraksi unik yg memukau penonton karena keberanian mereka. Setelah itu dilanjutkan dengan atraksi wayang orang dengan berbagai gerak tubuh yg lucu di balik bentangan kain sehingga mampu membuat penonton malam ini yg kebanyakan expatriates tertawa terbahak-bahak. Manakala penari mengajak penonton untuk ikut bermain lumpur, ada anak kecil bule yg ikut memeriahkan suasana dengan tingkah lugunya bergulat di lumpur dgn lawannya..hahha..


Pada saat pertunjukan berakhir semua seniman yg terlibat dalam pementasan turun ke arena berlumpur untuk berdansa bersama diiringi dengan lagu "My Lecon" sebagai penutup acara, sangat menyenangkan semua bersuka cita di akhir pementasan.

Harapanku semoga kesenian ini berkembang sehingga Bali mempunyai satu lagi kesenian yg memperkaya budaya Bali.

6 komentar:

Anonim mengatakan...

yoi, tar kita nonton lg versi komplitnya sa,,,,, kemaren soalnya kemaleman hkhkhk....

Unknown mengatakan...

dasaaarrrr,,,,,,

Anonim mengatakan...

Berarti yang seru itu acara 'mepantigan' di lokasi atau 'mepantigan di kamar tidurnya, Wid ? :p

Unknown mengatakan...

beh....mepantigan ane ento----no comment :)
berek gi2ne

Anonim mengatakan...

mepantigan==> WCW ala bali , penuh lumpur seru dan seru.
btw kalo mepantigan versi pande baik, itu bukan penuh lumpur, tapi penuh cairan yang tiiiiit (sensor)

hehhee

Unknown mengatakan...

susah mahhh...amah yg punya kedewasaan tingkat tinggi !!!!
==sensor-sensor-sensor==
tar yg ada pornografi dr ucapan hahahhah